Redup
By : Ara
Rentan yang tersibak
Realita terdengar tak beranjak
Ribuan detik telah membengkak
Resah ketika fajar berdiri tegak
Menanti
sang cahaya agung
Melalui
doa dalam sajak remang
Mengharap
cahaya itu benar datang
Menggantikan
penyelasan nan meradang
Apa yang kulihat …
Akankah juga kau lihat ?
Debu tahta …
Demikian kau kaburkan pandangan, pikiran, rasa
Derita ini semakin hebat
Deru gelisah merambat
Tubuh
ini lemah, ringkih, lalu hancur
Tumbuh,
Tumbuhlah
selagi bisa
Tulang
ini hamper luruh bersama riuh
Tumpah
segala pikiran dalam kelam
Chandra….
Dapatkah kau hadir ?
Dapatkan kau bantu aku ?
Dengan sinarmu …
Malam kan terang
Gelap tidak akan terlalu gelap
Semerbak
bunga sedap malam,
Menari
dalam angina malam,
Selama
cahaya masih ada
Seseorang
akan terus membuka mata
Seakan
tak ada batas antaranya
Menyentuh sekali kak, aku terharu :')
BalasHapus